Rabu, 25 Februari 2015

Catatan Manis Suzuki Mobil Jelang Akhir Tahun

Jakarta, KompasOtomotif – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) R4 mampu meningkatkan penjualan secara retail sepanjang Januari-November 2014. Dengan torehan 145.356 unit, membuat pemegang merek mobil Suzuki di Indonesia itu memperbaiki catatan tahun lalu sebesar 142.448 unit.

Dengan hasil itu, penguasaan pangsa pasar juga naik menjadi 13,3 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 13 persen. Pencapaian tersebut membawa Suzuki bertahan di posisi ketiga dalam penguasaan pangsa pasar otomotif nasional.

”Prestasi ini membuktikan kecermatan Suzuki dalam memprediksi dan merespons secara efektif kondisi industri dan pasar. Hal ini juga didukung dengan mempersiapkan berbagai strategi produk yang cermat sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia,” begitu bunyi salah satu kalimat di siaran resmi, (23/12/2014).

Selama setahun, beberapa produk sukses mendukung penjualan. Diawali dengan peluncuran Mega Carry Xtra yang menyasar kegiatan para wirausaha. Lalu dilanjutkan dengan Ertiga Sporty yang melengkapi varian mobil keluarga tersukses Suzuki.

Mengambil momentum Jakarta Fair, SIS juga mengenalkan Karimun Wagon R Dilago untuk konsumen yang menginginkan kebutuhan modifikasi pada kendaraan kesayangannya. Terakhir, di IIMS 2014, meluncur pula Karimun Wagon R GS dan APV New Luxury.

Pasar NasionalYang menarik, semua pencapaian itu diperoleh pada saat situasi pasar mobil nasional bergejolak sepanjang 2014. Persaingan antar merek yang semakin kompetitif diiringi dengan momentum politik, ditambah kenaikan harga bahan bakar minyak menjadi tantangan tersendiri.

Data penjualan retail yang diacatat Gaikindo sepanjang Januari-November mencapai 1.090.579 unit. Catatan itu sebenarnya baik, mempertahankan pasar di atas 1 juta unit. Namun angka tersebut mengalami sedikit penurunan. Periode yang sama tahun lalu, tercatat 1.098.331 unit.
Read More

Selasa, 24 Februari 2015

Datsun Berhasil Gapai Rata-Rata 19,6 kpl

Jakarta, KompasOtomotif - Hari ini, Minggu (21/12/2014), KompasOtomotif mengajak 21 orang penggiat blog Kompasiana mengetes keiritan Datsun Go dan Go+ dalam acara bertajuk, Kompasiana Drive and Ride: "Tantangan Hemat KompasOtomotif". Para peserta diminta untuk mengendarai mobil murah di bawah bendera Grup Nissan ini ke beberapa lokasi Ibu Kota.

Para peserta harus menyelesaikan tiga etape yang sudah ditentukan panitia, yakni Palmerah-Bukit Sentul (etape I), Bukit Sentul-Hotel Santika Taman Mini (etape 2), dan Taman Mini-Palmerah (etape 3). Peserta terbagi dalam tujuh mobil, tiga unit Go+ dan empat unit Go, masing-masing kelompok terdiri dari empat atau lima orang per grup. 

"Sebelum berangkat, tim redaksi KompasOtomotif membekali peserta tips mengemudi hemat dan menekankan pada seluruh anggota untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas yang berlaku," jelas Aris Harvenda, awak redaksi KompasOtomotif.

Rombongan bertolak sekitar pukul 08:00 WIB melewati berbagai karakter jalan, mulai dari tol Jagorawi menuju Bukit Sentul. Pada etape kedua, rombongan melanjutkan perjalanan via tol dan makan siang di Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah. Etape terakhir, rombongan kembali ke Palmerah lewat jalan biasa, menghadapi kemacetan Ibukota yang ditemui sekitar Taman Mini, Kampung Rambutan, Tanjung Barat, dan Cilandak, Jakarta Selatan.

Setelah melahap jarak tempuh sekitar 118,5 km, dari seluruh peserta, catatan konsumsi bahan bakar dibagi menjadi dua varian Datsun, Go+ dan Go. Untuk Datsun Go+ (MPV 5+2), catatan konsumsi bahan bakar terbaik 17,3 kpl sedangkan yang terendah 15,3 kpl.  Sementara, untuk kategori Datsun Go (hatchback) berhasil mencatatkan hasil terbaik 18,9 kpl dan terendah 18,1 kpl.

"Ternyata gila ya, irit banget. Sudah muter-muter bensin baru turun satu strip doang," jelas Harris Maulana, salah satu peserta.

Dalam acara ini, setiap peserta juga ditantang mengalahkan hasil konsumsi rata-rata redaksi KompasOtomotif yang ikut mengendarai Datsun Go. Hasilnya, tim redaksi mencatatkan konsumsi 19,6 kpl dan belum bisa dipatahkan peserta Kompasianer.
Read More

Senin, 23 Februari 2015

Konsep Baru Edukasi Lalu Lintas untuk Pelajar

Jakarta, KompasOtomotif – Shell Indonesia memberikan edukasi berlalu lintas untuk usia dini dengan kemasan menarik. "Kota Shell" dibangun dan diresmikan di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Rabu (17/12/2014), yang memberikan suasana berbeda. Sarana yang menjadi bagian program Shell Road Safety Competition (SRSC) ini telah diikuti 300 siswa perwakilan 30 Sekolah Dasar di Jakarta.

Di dalam "Kota Shell" terdapat berbagai rambu lalu lintas untuk dipelajari dan pos permainan sebagai penguji keterampilan dan pengetahuan. Cara seperti ini dianggap sebagai salah satu solusi menggabungkan materi pembelajaran berlalu lintas dalam bentuk permainan yang mampu memotivasi pelajar menjadi duta keselamatan berkendara di masa depan.

"Kami berharap lewat permainan dalam simulasi kota yang tertib lalu lintas ini, anak-anak semakin memahami tentang pentingnya disiplin berlalu lintas sejak usia dini. Sehingga nantinya bisa menjadi pribadi yang bertanggung jawab pada keselamatan berlalu lintas di jalan raya," ujar Iip Sufriza, Downstream Road Safety & Corporate HSSE Manager Shell Indonesia.
KompasOtomotif-Febri ArdaniBanyak fasilitas yang menggambarkan sebuah kota dan lalu lintasnya.
SRSC sebenarnya sudah digelar sejak 2009. Namun, biasanya edukasi dilakukan di taman lalu lintas Cibubur. Rencananya "Kota Shell" perdana ini bakal dikembangkan dan bukan tidak mungkin menjaring lebih banyak siswa SD.

AKBP Bakharuddin Muhammad Syah, Wakil Direktur Lalu Lintas POLDA Metro Jaya yang juga hadir di lokasi berpendapat bahwa pembenahan budaya lalu lintas terutama untuk Jakarta harus dilakukan sejak usia dini.

"Kami berharap, konsep baru yang menampilkan simulasi kota tertib lalu lintas ini akan meningkatkan pemahaman anak-anak akan pentingnya disiplin berlalu lintas di jalan raya dan pentingnya tanggung jawab terhadap keselamatan berlalu lintas di jalan raya," jelas Bakharuddin.
Read More

Minggu, 22 Februari 2015

Mazda2 Terbaru Diklaim Lebih Irit sampai 15 Persen

Bogor, KompasOtomotif – Salah satu keunggulan All-New Mazda2 yang digembar-gemborkan adalah penggunaan bahan bakar yang irit. Meski PT Mazda Motor Indonesia (MMI) tak mau mengklaim angka konsumsi bahan bakar, namun diyakini model baru ini lebih irit 10-15 persen dibandingkan dengan model lama.

Penegasan ini disampaikan Bonar Pakpahan, Product Planning Expert MMI, (Rabu (10/12/2014), dalam test drive All-New Mazda2 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat. Dijelaskan, klaim tersebut akibat dari perubahan kurva torsi di putaran bawah, ditambah dengan teknologi Skyactiv yang dibenamkan pada mobil.

”Torsi Mazda2 yang lama sekitar 137 Nm dinaikkan menjadi 141 Nm. Torsi besar itu sudah dicapai pada 1.500-3.000 rpm. Kalau dilihat dari kurva, lebih gendut di putaran bawah. Akibatnya, pengemudi tak perlu menginjak pedal lebih dalam, mobil sudah melesat,” papar Bonar.

Klaim angkaMeski percaya diri dengan penggunaan bahan bakar yang lebih irit, Bonar tak mau menyebut soal klaim angka konsumsi bahan bakar. Dirinya hanya menyebut angka yang diberikan oleh konsumen. Rata-rata, konsumen Mazda2 lama menyebut 10-11 kpl.

”Kalau All-New Mazda2 ini kan baru saja dikirim. Jadi kami belum bisa bilang berapa angka konsumsi BBM berdasarkan masukan dari konsumen. Tapi yang bisa kami bilang, kami percaya terjadi peningkatan efisiensi bahan bakar 10-15 persen,” tegas Bonar.

Jika benar klaim MMI, berarti seharusnya All-New Mazda2 bisa mencapai angka keiritan bahan bakar 12-13 kpl. Meski demikian, hal ini masih butuh pembuktian.
Read More

Sabtu, 21 Februari 2015

Penawaran Harga Honda HR-V "Panaskan" Segmen SUV Bawah

Jakarta, KompasOtomotif - Honda Prospect Motor (HPM) akhirnya merilis harga resmi semua varian HR-V, Sabtu (6/12/2014), di Jakarta. Varian paling bawah, A MT dibanderol Rp 243 juta, sedangkan S MT Rp 257 juta dan S CVT Rp 267 juta. Sedangkan varian E CVT dijual Rp 288 juta dan versi termahal, 1.8L CVT Prestige dihargai Rp 355 juta.

Harga tersebut tergolong kompetitif karena menyasar semua pasar para pemain SUV bawah (Low SUV) seperti Toyota Rush, Nissan Juke bahkan Mitsubishi Outlander Sport. HR-V varian A MT bertemu dengan Rush TRD Sportivo AT yang dibanderol Rp 239,45 juta. Sementara untuk varian tengah (S dan E) bertemu langsung dengan Juke yang dijual dengan rentang harga Rp 263,75 - 272,75 juta. Sedangkan HR-V varian tertinggi, 1.8L Prestige akan berhadapan dengan Outlander Sport PX berkapasitas 1.998 cc yang dihargai Rp 344 juta.

"Kami berusaha memberikan harga kompetitif untuk HR-V sehingga bisa bersaing dengan para pemain di segmen Low SUV. HR-V memberikan sentuhan berbeda yang menggabungkan desain kupe dengan SUV sehingga memberikan kombinasi yang menarik untuk sebuah SUV modern," ujar Tomoki Uchida, Presiden Direktur HPM, saat mengumumkan harga resmi HR-V.

Hal lain yang diklaim menarik adalah layanan purna jual dengan paket Cerdas dan Hemat (Cermat). Konsumen cukup menambahkan Rp 3,9 juta untuk mendapatkan fasilitas jasa dan penggantian suku cadang tertentu saat servis selama 3 tahun atau 50.000 km.

Sejak September (pertama kali diperkenaklkan pada IIMS 2014) hingga November, HR-V sudah dipesan 3.500 lebih calon konsumen. Konsumen pertama akan menerima unit pada Januari 2015. HPM menargetkan mampu menjual 20.000 unit selama 2015.
Read More

Selasa, 09 September 2014

Obral Diskon Mobil Baru Tak Pengaruhi Mobkas

Jakarta, KompasOtomotif – Umbar diskon besar mobil baru yang terjadi belakangan ini tidak berdampak pada permintaan mobil bekas. Meski harga beli baru terpangkas potongan harga, penyusutan tetap dinilai dari harga jual resmi. Karena beda harga terpaut cukup signifikan, jadi peminatnya tetap ramai.
“Mobkas punya pasarnya sendiri,” ujar Girindra Wardhana, Marketing Head Used Car Indomobil Finance, di Jakarta, Rabu (18/6/2014).
Biaya pembelian mobkas bisa lebih ditekan, apalagi bila menggunakan sistem kredit dari leasing. Kendati kebijakan Bank Indonesia menerapkan uang muka 25 persen dari harga beli  mobkas –sama seperti mobil baru-, patokan harganya jauh lebih rendah.

“Dari situ saja sudah jauh beda. Misalnya, mobil tahun 2010 banderolnya Rp 120 juta, 25 persen dari situ sudah ketahuan berapa. Nah kalau mobil baru model sama, jauh lebih mahal,” ungkapnya lagi.
Masih ada lagi keuntungan lain, unit yang diminati ready stock. Selain itu asuransi mobkas bisa dipersempit hanya menggunakan TLO (Total Lost Only), diambil 1 persen dari harga pembelian. Sedangkan di mobil baru, asuransi yang digunakan All Risk, tiga persen dari harga resmi.
Indomobil Finance kembali bangkit di akhir 2013 setelah diputuskan “mati suri” pada 2008. Selama beroperasi, sirkulasi mobkas setiap bulan bisa mencapai 250 unit.
Read More

Ini Senjata Mobilio untuk Menggempur Pasar MPV Sejuta Umat

Jakarta, KompasOtomotif - Honda Indonesia baru saja meluncurkan varian baru Mobilio RS di Jakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (19/6/2014). Lantas apa saja yang ditawarkan Honda dari varian termahal LMPV ini jika dibandingkan model sebelumnya? Simak penjelasan berikut ini!

Eksterior
Pada bagian luar ubahan paling terlihat ada pada tambahan aero kit bernuansa agresif tetapi masih elegan. Terdiri dari bemper depan-belakang, spoiler samping, dan atas belakang. Ubahan gril dengan lubang honeycomb juga menambah kesan sporty mobil ini. Paling mencolok, kelengkapan lampu depan proyektor dengan sentuhan LED Light Guide, membuatnya seperti mobil di kelas premium.

Pelek 15 inci hadir dengan desain baru yang juga agresif. Tak ketinggalan roof rack garnis dan ujung knalpot berlapis krom memperkuat kesan elegan Mobilio RS.

Interior
Masuk ke kabin, nuansa sporty langsung terasa dengan balutan warna serba hitam mulai dari jok sampai dasbor. Tambahan lain juga disediakan, seperti speaker twitter, tombol pengatur suara di lingkaran kemudi, sampai kamera belakang untuk bantuan parkir. 

Selain itu layar sentuh monitor 6,1 inci bisa memainkan berbagai piranti, seperti DVD, CD, MP3, WMA, dan konektor USB sehingga bisa terkoneksi dengan iPhone, iPad, serta berbagai aplikasi bawaan Apple. 

Mesin
Urusan mesin, masih menggunakan jantung pacu yang lama, i-VTEC SOHC 1.5 Liter menghasilkan tenaga 118 PS pada 6.600 rpm, sementara 14,8 Kg.m pada 4.600 rpm. Pilihan transmisi tersedia dua pilihan, manual 5-percepatan dan CVT.

Dengan semua kelebihan itu, Mobilio ditawarkan denganbanderol Rp 203,5 juta untuk manual dan Rp 214 juta buat model CVT.
Read More